BERSABARLAH, Tapi Jangan Mengelus Dada ( 1 )
Apa yang ada di kepala kita ketika disebut kata SABAR ??
Pasti memori melayang ketika kita mengalami musibah,
kemudian orang datang dan mengatakan,''Bersabarlah menghadapi cobaan ini.''
Is it right ??
Tak ada yang salah dengan kata-kata tersebut.
Yang salah adalah maknanya
Seolah-olah bersabar hanyalah dikaitkan dengan penderitaan hidup
Karena itu ekspresinya adalah mengurut dada
Ekspresi seperti ini mereduksi begitu banyak makna mengenai kesabaran.
Ada sebuah definisi tentang SABAR dari seorang Dosen UI
Pak Arvan Pradiansyah ( terima kasih untuk inspirasinya………)
Kesabaran adalah kemampuan menyatukan badan dan pikiran kita (body and mind) di satu tempat
begitu badan dan pikiran kita berada di lain tempat,
kita akan sangat gelisah dan kehilangan kesabaran.
Coba amati apa yang kita rasakan saat terjebak kemacetan di jalan
kita sering menjadi stres.
Badan kita masih di mobil tapi pikiran sudah dikantor,
di tempat klien atau di rumah
kita menderita
Sekarang coba lakukan penyatuan badan dan pikiran kembali
Kuncinya adalah kesadaran.
Sadarilah sepenuhnya apa yang sedang dialami.
Rasakan tubuh kita yang sedang duduk di mobil,
rasakan sentuhan tangan pada kemudi,
dan kaki yang sedang menginjak pedal.
Hidupkan musik kesukaan kita,
dan amatilah gedung-gedung yang menjulang tinggi.
Kita akan merasakan keajaiban.
Perlahan-lahan kesabaran akan tumbuh kembali.
Bukan itu saja kita juga akan merasakan rileks.
Jangan salah, untuk relaksasi kita tidak membutuhkan waktu dan tempat yang khusus.
Yang diperlukan cuma bersabar.
Sabar berarti hidup dimasa sekarang dan menikmati keberadaan Anda.
Bagus ya........Subhanallah............
*dikutip dari artikel Pak Arvan Pradiansyah dengan judul yang sama*

0 Comments:
Post a Comment
<< Home